Showing posts with label For the Earthians... Show all posts
Showing posts with label For the Earthians... Show all posts

Monday, 25 May 2009

This confounded Earth...!!

warning

"Kenapa...?"


"Iseng aja."



Light, Death Note -bored

Kadang-kadang aku tidak tahan untuk tidak memaki:

" M E N J I J I K K A N ! ! "



terhadap dunia. Tentang betapa dangkalnya cara orang berpikir - orang kebanyakan, orang rata-rata. Betapa dangkal apa yang mereka bicarakan dan lakukan. Bumi seperti dipenuhi mayat hidup. Meaningless, purposeless, empty. Just a bunch of stupid and cowardly zombies. Membosankan. And you know what I feel about zombies? I want to kick them on the head. What a sport!

In that case, I don't care if human extinct - because it also means that zombie extinct! (But that doesn't mean that I don't care if human perish!)

Aku tidak berbicara tentang nilai religius (orang religius tidak mungkin menulis seperti ini, Messieurs). Ini semua murni masalah mentalitas dasar manusia. Saking kosongnya kepala, mereka hanya bisa menerima jawaban remeh seperti, "Iseng aja." dibandingkan, "Karena aku menemukan hartaku disini." Mereka telah berhenti bermimpi sampai-sampai otak mereka tidak sanggup memahami metafora dan menyelam di kedalaman.

"Iseng aja.", titik. Phuh! Mereka bahkan tidak lagi mempertimbangkan akal rasional. 'Iseng' itu sendiri telah dianggap rasional - to do something without any cause, or to its highest meaning possible: to do something based on simple and shallow cause.

Light, Death Note -angry2

Sejak awal hidupku aku telah terbiasa hidup dengan mayat-mayat hidup. Aku terbiasa menentang arus. Aku terbiasa menangani mereka dengan cara yang halus, membiarkan mereka menjadi mayat hidup asalkan tidak memakanku. Tapi kini mereka mulai menghisap energiku,  menggerogoti impianku, mengatur jalan hidupku. Mataku pun mulai terbuka bahwa seluruh dunia ini memang sebagian besar berisi zombie. Harapanku bahwa suatu saat nanti dunia akan berubah menjadi lebih baik semakin memudar. Inilah realita, bahwa seumur hidup aku akan terus dikelilingi zombie. Sadar-tidak sadar akan selalu ada jiwa-jiwa pengecut yang menyebarkan kepengecutannya. Orang-orang yang cari aman, berlindung dibalik tempurung kebodohan dan doktrin buta.

And if you think I suppose to respect them, forget it! Forget it!! Penakut-penakut yang tidak berani menjelajah baik secara material maupun mental sama sekali tidak layak untuk didengarkan. Tentu saja! Memangnya apa yang mau didengarkan dari ketakutan imajiner mereka? Nothing's real! Untuk apa mempertimbangkan pendapat orang yang TIDAK MEMAHAMI?! Dan untuk Anda yang merasa menjadi zombie atau drakula yang menghisap energi makhluk non-bumi ini: MEMANGNYA APA YANG BENAR-BENAR ANDA KETAHUI TENTANGKU sampai-sampai merasa berhak untuk mengatur hidupku?!!

Light, Death Note -angry1

Aku bosan hidup dalam gempuran kedangkalan. Aku bosan dengan norma. Aku bosan dengan tradisi dan doktrin. Aku bosan mengikuti "what you SUPPOSE to be is...", "what you SUPPOSE to have is...".

I want to find my own guide, my own map, MY OWN WAY! I want to have a life BEYOND this dumb world could ever imagined! I want to follow my core desire, playing the game of destiny. After all, that is one element of "what every human created for": to fulfill one unique mission that's never been done before. Kenapa tidak semua orang bisa memahami konsep mudah ini? Kenapa tiba-tiba semua menjadi panik ketika aku hanya berusaha  MENJADI DIRIKU SENDIRI? Kenapa tiba-tiba semua menjadi diktator atas nasibku which is neither I nor them know even a bit about it??

Take heed, rotten zombies! It's for your own sake. Change, or I'll change you by force - no doubt that would be hurt. Am I clear? Well, if it's not, I'll make it really simple (especially for those who have no hope of becoming human anymore): just OUT OF MY WAY or I'll smash you juicy! (Yes. All of you. As long as you're an incurable zombie. Even the ones who're closest to me.)

NB:

I'm a man of my word.

Wednesday, 20 May 2009

Juste une petite lettre...

L watching, Death Note

Mes cher amis dans la terre,

On ce moment, je voudrais dire seulement, "Merci beaucoup." Je n'est pas une personne que veulent faire le geste d'expression. Je suis désolé de n'avoir à vous offrir que ces mots monotones. Je ne suis pas une personne d'émotion, mais ma conscience n’est pas absolument tranquille, et que le remords je ronge... car une paralysie que j'ai pour revenir de votre bienveillance. Je ne besoin de votre compréhension pour nécessité de moi-même, mais c'est pour vous, absolument.

Voici la clé: jamais, que je voudrais faire de la peine à l'autre humain (au moins pas on ce moment). Pour de sante de votre cœur, faites confiance à moi, j'apprécie entièrement tous les soucis jusqu'à le plus d'ordinaire. Cependant, je ne peux pas indique de la conduite.

Enfin, sauf les mots en français désordonné, je n'ai pas de quelque chose pour vous remercie. Veuillez excuser le dérangement que je vous cause, et accepter l’expression de mes sentiments de respectueuse considération.


-Fin

Saturday, 15 December 2007

Bienvenue à mon monde!

[tanggal asli penulisan: 2007.12.08.Samedi]


  




lagi-baik-hehehe.jpg





Kenapa seseorang mau menulis blog? Apa yang memotivasi seseorang untuk menulis dalam blog? 

Hmm.. aku sendiri melihat blog sebagai konsep yang luar biasa. Dengan media blog, siapa pun bisa menulis. Kapan pun, dimana pun. Tanpa aturan baku, tanpa kaidah-kaidah jurnalisme, tanpa sensor, tanpa melihat predikat si penulis, dan yang terpenting, tanpa biaya alias GRATIS [G-R-A-T-I-S, lho!!], hehe..  Blog menjadi sebuah media pemenuhan salah satu kebutuhan manusia yang terpenting: ekspresi diri. Comments? Who cares anyway! Seburuk apapun tulisan kita, tidak ada yang bisa memblokir... tapi itu setahuku, lho.. soalnya dari yang kulihat, memang begitu kenyataannya. Buktinya, blog-blog nyeleneh masih tetap ada. Yang bisa dilakukan untuk meng-counter-nya hanyalah mengirim komentar-komentar tandingan alias kritik. Dalam dunia maya, blog pada khususnya, perang antara hitam dan putih terbuka lebar. Blog adalah salah satu media yang membuat nilai-nilai apapun mulai dari yang negatif, netral, hingga positif dapat berekspresi dengan luar biasa bebas, sempurna. 

Ekspresi diri? Hmmmm... memangnya apa sih ekspresi? Mengapa manusia tidak menyimpan saja pendapatnya untuk dirinya? Mengapa yang hitam berusaha menyebarkan hitamnya, yang putih berusaha menyebarkan putihnya, yang biru berusaha menyebarkan birunya? 

Huhuhuhuu... coba lihat kutipan dibawah ini. 

“I shall finish writing this. I shall enclose it and seal it in a bottle and I  shall throw the bottle into the sea.

Why?Yes, why? . . .

It was my ambition to invent a murder mystery that no one could solve. But no artist, I now realize, can be satisfied with art alone. There is a natural  craving for recognition which cannot be gainsaid.I have, let me confess it in all humility, a pitiful human wish that some one  should know just how clever I have been. . . .”  

Versi Indonesianya... 

“Aku akan mengakhiri surat ini. Aku akan memasukkannya ke dalam botol dan menutupnya rapat-rapat.

Mengapa?Ya, mengapa?

Aku memang berambisi untuk menciptakan suatu misteri pembunuhan yang tidak bisa dipecahkan oleh siapa pun. Tetapi aku sadari bahwa seorang seniman tidak akan cukup puas dengan karya seni itu sendiri. Tidak bisa dibantah, bahwa dia mempunyai keinginan untuk mendapatkan popularitas.Aku akui saja, bahwa aku punya keinginan untuk dikenal sebagai orang yang pandai...”  

Aktualisasi diri. Itulah inti yang disampaikan Lawrence Wargrave, tokoh pembunuh dalam novel Agatha Christie, And Then There Were None 

Tapi tetap saja, sampai sekarang aku bahkan tidak mengerti hakikat aktualisasi atau percaya diri sekalipun. Yang aku tahu cuma satu: I feel good when I write this! That’s all.  I don’t care about my scrambled grammar, hyperbolic words, silly topics, blended languages etc. But I do care about attentions from those who give some of his/her minutes reading my postings. So, if you find many mistakes in this blog, either keep them to your finger tips (just reading) or write comments. Insha Allah, I’ll appreciate all. :) 

Oh yeah, maybe some of you would ask: what is “axiom | clue | game”? Well, it’s an anagram of my life’s motto, this time. Bisa berubah seiring dengan perubahanku. Setelah ada “big bang” berikutnya. Hmm... tapi kalau dipikir-pikir.. who cares anyway? Back to sleep! [garfield’s speaking...]

ohhmalesnya.jpg