Showing posts with label labirin. Show all posts
Showing posts with label labirin. Show all posts

Friday, 23 January 2009

Labyrinth V .system of rain:rainbow.

jembatan-pelangi

"Pelangiku"

(performed by Sherina)

Titik - titik hujan, masih membasahi
Kala kau menyapa, pelangiku
Ingin kuberlari, jumpa bidadari
Bawalah aku pergi, bersamamu
Bisikkan kisah yang lucu
Nyanyikanlah lagu merdumu
Merah, kuning, jingga dan ungu
Sentuhkan warnamu dalam gaunku

Ingin ku menari
Hingga kau sembunyi
Rindu pelangiku, datang lagi

rainbow-prison_dari-flickr strange-rainbow-1

"Lane Navachi"

(Lunascape)

.  .  .

She does not like me.
She does not like me.

Somebody shot her in the rainbow on Lane Navachi,
She never ran to save her own life
in a pretty cold jail.

.  .  .

gearmesh2

Monday, 19 January 2009

Labyrinth V: "The Perfect Scheme" .2.

failed? or just not it's time..yet?

why failed?

false metaphor? false sign?

false interpretation?

false measurement?

inadequate self-knowing?

or.. THE LABYRINTH'S GONE? ENTIRELY?! funny! ha! ha!

joker-insane2

.  .  .

– En ce cas, Monsieur Lupin, ai-je tort de répéter que dans
dix jours ma besogne sera achevée ?

– Dans dix jours, oui, toute la vérité vous sera connue.
– Et vous serez arrêté.
– Non.
– Non ?
– Il faut, pour que je sois arrêté, un concours de
circonstances si invraisemblable, une série de mauvais hasards
si stupéfiants, que je n’admets pas cette éventualité.
– Ce que ne peuvent ni les circonstances ni les hasards
contraires, la volonté et l’obstination d’un homme le pourront,
Monsieur Lupin.
– Si la volonté et l’obstination d’un autre homme
n’opposent à ce dessein un obstacle invincible, Monsieur
Sholmès.
– Il n’y a pas d’obstacle invincible, Monsieur Lupin.
Le regard qu’ils échangèrent fut profond, sans provocation
d’une part ni de l’autre, mais calme et hardi. C’était le battement
de deux épées qui engagent le fer. Cela sonnait clair et franc.

– À la bonne heure, s’écria Lupin, voici quelqu’un ! Un
adversaire, mais c’est l’oiseau rare, et celui-là est Herlock
Sholmès ! On va s’amuser.

– Dix jours. Nous sommes aujourd’hui dimanche. De
mercredi en huit, tout sera fini.
– Et je serai sous les verrous ?
– Sans le moindre doute.

.  .  .

--ARSÈNE LUPIN CONTRE HERLOCK SHOLMES, Maurice Leblanc


Saturday, 1 March 2008

Tragedi Memori di Panggung Dentuman Besar

[tanggal asli penulisan: 2008.02.29.Vendredi]







Katanya setiap orang memilikinya: sifat lupa.

Lupa. Maklum, manusia.”

Ia sudah lupa daratan!”

Apa yang dimaksud dengan lupa dalam konteks ini?

Kalau “lupa” ini dikotak-kotakkan jadi dua macam kelupaan, akan didapati jenis lupa yang sengaja dan tidak disengaja. So, arahnya jelas: yang “disengaja”, atau dengan kata lain masih dibawah kontrol kesadaran biasa disebut “khilaf”. Yang tidak disengaja, ya... yang biasa disebut dengan “lupa” itu sendiri.

Lho... kalau melihat dari pernyataan ini, “lupa” sepertinya memiliki hubungan analogis (atau malah sinonim??) dengan “kesalahan”! [Kesalahan: disengaja/tidak disengaja]

Eh? Tapi kalau orang yang “lupa” belum tentu bisa disebut “salah” kan?

Hahaha... pusing.

Bukankah lebih baik membicarakan “ingatan” daripada “lupa”? ...he? Hehehe...Lucunya, dua-duanya sama-sama masalah INGATAN!

Pusing lagi.

Hmmmhh.... apa yang bisa membuat seorang A ingat suatu kejadian, dan seorang B tidak mengingat suatu kejadian yang sama?

Jawaban yang berkali-kali kudengar dan kubaca adalah:

Keterlibatan emosi. Stimulus yang menarik (ada ‘keterikatan’ emosi, baik terpaksa/tidak) akan memicu seluruh indra dan hard disk tubuh ini untuk bekerja keras merekam momennya.

Hah! Sepertinya buatku TIDAK cukup!!

Berkali-kali tertindas, tertikam, terhempas... hingga “terangkat ke langit” dan tercerahkan... tapi tak satu memori pun yang bertahan menghadapi “Sang Labirin”.

Dimensi demi dimensi memang termanifestasi... tapi semua harus dimulai dari NOL BESAR!! Ketika sebuah bangunan agung terwujud mantap, saat itu pula ia harus dihancurkan. Satu batu-bata terakhir menjadi penanda keruntuhannya, sekaligus lahirnya bangunan baru. Tapi kuakui, bangunan yang baru memang selalu LEBIH BAIK yang sebelumnya.



Sama persis seperti konsep Nirmana 3D. Semua bermula dari elemen, modul. Sedikit ‘pelipatan’ akan berdampak pada seluruh struktur, sesederhana apa pun itu. Perubahan tingkat dari satu dimensi ke dimensi labirin lainnya bagaikan semesta yang mencapai titik kulminasi keseimbangannya, tapi lalu mengerut, runtuh, seluruh entitas materinya, kemudian lahir kembali dengan struktur dan sistem yang berbeda di setiap elemennya. Ya. Dentuman Besar.